|

Melancarkan metabolisme dalam ikan sehingga sehat. Menguraikan sisa makanan & kotoran yang ada di dasar tambak/kolam menjadi makanan alami. Menambah nafsu makan ikan & menekan penyakit. Meningkatkan oksigen terlarut dalam air. Meningkatkan kualitas & kuantitas produksi ikan & udang. Mengurangi biaya produksi dan penggunaan bahan kimia. Memperbaiki lingkungan perairan.
. mengaktifkan kembali peran mikroorganisme di dalam tambak / kolam juga di dalam tubuh ikan & udang, sehingga metabolisme menjadi lebih lancar. Metabolisme yang lancar akan menyehatkan ikan & udang, mengurangi stress dan mengurangi polusi bau pada tambak / kolam.
mengandung mikroorganisme jenis penicillium dan streptomyces yang berfungsi sebagai anti toksin sehingga bisa meningkatkan daya tahan tubuh ikan & udang. Bakteri fotosintetik yang ada di dalam meningkatkan energi, jadi bila dicampurkan dalam makanan akan menambah nafsu makan dan meningkatkan aktivitas ikan & udang.
|
|
. Petunjuk Pemakaian : . Olah tanah dasar tambak / kolam | Tambak/kolam dikeringkan terlebih dahulu 7- 15 hari. Tanah dicangkul, dibajak, intinya dibalik. Direndam air hingga ketinggian 30 cm. Diberi sebanyak 7 liter/Ha., dikeringkan kembali setelah itu. Tambak dinetralkan, jika terlalu masam diberi dan kapur 300 kg/Ha, didiamkan beberapa saat. Diisi air hingga ketinggian 20 cm, tambahkan 5-7 liter /Ha kemudian dibiarkan 1 minggu. Tambahkan air hingga 70-90 cm, dibiarkan 1 minggu, siap ditaburi benih ikan/udang.
| Pemeliharaan | Setelah nener ataupun benur berumur 1 bulan, siramkan sebanyak 7 - 9 liter/minggu/Ha.
|
.
|
|