|

Menggemburkan dan menyehatkan tanah. Meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang positif di dalam tanah. Menyehatkan benih dan bibit tanaman. Daun, bunga & buah tidak mudah rontok. Menekan hama & penyakit tanaman. Mempercepat pertumbuhan tanaman, membuat daun lebih tebal & kuat, batang tanaman lebih kuat. Meningkatkan produksi, rasa, warna dan kualitas hasil panen. Menghasilkan produk yang sehat dan bebas bahan kimia.
mengaktifkan kembali mikroorganisme di dalam tanah, air dan udara sehingga bisa menangkap berbagai unsur hara dan digunakan untuk membantu pertumbuhan tanaman. mengandung mikroorganisme jenis penicillium dan streptomyces yang berfungsi sebagai anti toksin sehingga bisa menyehatkan tanaman. Bakteri fotosintetik yang ada di dalam meningkatkan energi, jadi bila disemprotkan pada tanaman akan memacu pertumbuhan tanaman, bila disiramkan pada tanah akan memperbaiki produktivitas tanah. Dan bila digunakan untuk merendam benih maka benih menjadi lebih sehat dan mudah tumbuh.
|

|
. Petunjuk Pemakaian : . Pengolahan Tanah | Dosis | Waktu Aplikasi | Sebelum diolah beri pupuk organik dari limbah panen / limbah ternak ataupun sampah kota yang diolah dengan | Berikan 3 - 5 ton/Ha pupuk organik. Lalu campurkan 5 - 7 liter dalam air yang akan digunakan membasahi tanah, sesuai dengan ketentuan kondisi lahan seluas 1 Ha.
| |
. Persiapan Benih | Dosis | Waktu Aplikasi | Benih direndam dalam larutan , semalam. Sesuaikan jumlah benih dengan air rendaman. | 3 tutup botol dilarutkan dalam 1 liter air
| |
. Perawatan Tanaman | Dosis | Waktu Aplikasi | Padi, Jagung, Palawija | | | Buah dan Sayuran (Tomat, Cabe, Melon, Semangka, Kubis, Wortel, dll.) | | | Buah Tanaman Tahunan (Apel, Jeruk, Mangga, dll.) | | | Tanaman Perkebunan (Teh, Kopi, Coklat, dll) | | | Tanaman Tebu | | | Tanaman Hias Bunga : Anggrek, dll | | |
.
|
|